Tugas Dan Kegiatan Kementrian Perindustrian
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang tugas tugas dan kegiatan Kementrian Perindustrian. Ada banyak Tugas dan Kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Kementrian Perindustrian, antara lain, yaitu:

• Menteri Perindustrian Hadiri Rapat Kerja Kementerian Perdagangan
Menteri Perindustrian Saleh Husin menghadiri Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2016 bertema "Modernisasi Sektor Produksi Mendukung Pengendalian Inflasi Nasional". Raker dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri Menteri Perdagangan Thomas Lembong.
Guna menekan inflasi, Kementerian Perindustrian melakukan strategi fasilitasi untuk penguatan struktur dan peningkatan daya saing industri. Antara lain memberi Fasilitas Fiskal Perpajakan yaitu Pembebasan/Pengurangan PPh (Tax Holiday dan Tax Allowance), Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP), Pembebasan PPN Impor, dan revitalisasi permesinan industri.
"Fasilitas lainnya ialah Fiskal kepabeanan berupa Pembebasan dan keringanan Bea Masuk, Tarif preferensi; dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) seperti bahan baku untuk industri komponen sehingga memacu pendalaman struktur industri nasional," kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, Rabu (27/1/2016).
• Kunker Menperin Saleh Husin di Jawa Tengah
Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah pada 22 – 23 Januari 2016. Pada kegiatan pertamanya, Menperin mendampingi Presiden Joko Widodo untuk meresmikan tiga agenda sekaligus di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (22/1). Agenda itu meliputi Peresmian PT Nesia Pan Pacific Clothing, Peresmian Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, serta Peluncuran Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Dalam rangkaian acara, Presiden menyaksikan Penandatanganan dua MoU, yaitu antara SMK Negeri 2 Wonogiri dengan PT. Nesia Pan Pacific Clothing dan Pusdiklat Industri Kemenperin dengan PT. Nesia Pan Pacific. Selanjutnya, Presiden menandatangani prasasti Peresmian Pabrik PT. Nesia Pan Pacific Clothing dengan didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala BKPM Franky Sibarani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Direktur Utama PT. Nesia Pan Pacific Clothing.
Pada kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi terhadap investasi yang dilakukan PT Nesia Pan Pacific Clothing dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Sementara itu, terkait pendirian Akademi Komunitas Industri TPT Surakarta di Gedung Solo Technopark, Menperin mengatakan akademi yang diinisiasi oleh Kemenperin tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian PAN dan RB.
Pada kesempatan itu, turut mendampingi Menperin diantaranya Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto, Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat, dan Kepala Pusdiklat Industri Mujiyono. Pada hari selanjutnya, 23 Januari 2016, Menperin mengunjungi pabrik garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan proyek pembangunan pabrik rayon milik anak usaha Sritex, PT Rayon Utama Makmur di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Menperin berharap, ke depan Sritex dapat mengembangkan industri terintegrasi di Kalimantan. Perseroan akan membuka Hutan Tanaman Industri untuk memasok bahan baku ke pabrik pulp dan selanjutnya memproduksi rayon dan muaranya menghasilkan benang. Menperin juga menyempatkan diri menghadiri penganugerahan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) kepada Chairman GarudaFood Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. CEO perusahaan makanan minuman itu mendapat gelar tersebut dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah lantaran keberhasilannya menerapkan spritually-based company sebagai budaya perusahaan
• Kunker Wapres dan Menperin ke PT Pindad dan PT DI di Bandung
Menteri Perindustrian Saleh Husin mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan rangkaian kunjungan kerja ke PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, 20 Januari 2016. Kegiatan tersebut merupakan langkah konkrit Pemerintah Indonesia untuk memacu industri pertahanan dan persenjataan serta industri kedirgantaraan nasional.
Dalam kunjungan kerja di PT Pindad, selain Menperin, Wakil Presiden juga didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Pada kesempatan itu, Pemerintah melakukan pertemuan dengan Direksi PT Pindad yang dipimpin Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim.Selanjutnya, Wapres bersama rombongan meninjau fasilitas produksi PT Pindad. Salah satunya yang dilihat adalah Panser Badak, varian terbaru buatan PT Pindad yang telah mengantongi sertifikasi pada akhir 2015 lalu dan akan mulai diproduksi massal pada triwulan I-2016.
Wapres dan rombongan juga sempat memperhatikan proses modernisasi Tank AMX-13 Retrofit. PT Pindad tengah mendapatkan tugas untuk memodifikasi (retrofit) Tank AMX-13 milik TNI. Setelah dilakukan retrofit, tank tersebut memiliki kelebihan yang dilengkapi senjata Canon 105 mm, fire control system sudah elektronik, serta mesin diesel yang bisa bertahan sampai 20 tahun dan transmisi otomatis.
Sementara itu, pada kunjungan ke PT DI, Wapres didampingi Menperin dan Direktur Utama PT DI Budi Santoso. Saat ini, PT DI mendapat kepercayaan dari Airbus untuk memproduksai NC 212 di Indonesia. Perseroan juga mengembangkan pesawat komersil N219 dan N245. Tujuannya, mewujudkan konektivitas antar pulau dan memperkuat sinergi industri nasional.
• Penyerahan SPPT SNI Kepada Perakit TV Kusrin Pemilik UD Haris Elektronika
Menteri Perindustrian Saleh Husin menepati janjinya memberikan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda –Standar Nasional Indonesia (SPPT – SNI) kepada Kusrin selaku pemilik UD Haris Elektronika untuk produk televisi rakitan jenis cathode ray tube (CRT) atau berbentuk tabung di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (19/1).
Penyerahan SPPT - SNI tersebut disaksikan oleh pejabat eselon I Kemenperin, diantaranya Dirjen IKM Euis Saedah, Kepala BPPI Haris Munandar, Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan, Kepala Baristand Surabaya, dan Bupati Karanganyar.Dalam sambutannya, Menperin mengatakan, pihaknya terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) untuk menerapkan SNI terhadap produk yang dihasilkan. Tujuan pemberlakuan SNIadalah untukmelindungi produk dalam negeri dari serbuan produk impor, melindungi konsumen, serta meningkatkan daya saing dan nilai jual produk.
Penerapan SNI berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian dan UUNo. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKM Euis Saedah mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi pemberian SNI untuk beberapa produk IKM, diantaranya pakaian bayi, helm, dan mainan anak. Hal ini seiring dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pada awal tahun 2016, Kemenperin kembali memfasilitasi pemberian SNI wajib kepada beberapa IKM, salah satunya IKM yang memproduksi TV CRT. Pemberian SNI ini sesuai amanat Permenperind RI No.17/M-IND/PER/2/2012Tentang Perubahan Atas Permenperind No.84/M-IND/PER/8/2010 Tentang Pemberlakuan SNI Terhadap 3 (Tiga) Produk IndustriElektronika Secara Wajib. Tiga produk tersebut, yaitupompa air, seterika listrik dan Audio Video (TV Tabung/CRT)
• Kunker Menperin Saleh Husin ke Cirebon
Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan kunjungan kerja ke Cirebon pada Kamis, 14 Januari 2016. Pada kunjungan pertama, Menperin mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau rumah kerang CV Multi Dimensi di Astapada, Kabupaten Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, beberapa Menteri Kabinet Kerja yang juga turut hadir diantaranya Menko PMK Puan Maharani, Menteri KUKM AGN Puspayoga, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Di CV Multi Dimensi, Menperin mengatakan, pihaknya akan mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) berbahan baku kerang dengan pola inti-plasma. Artinya, perusahaan kerajinan kerang yang telah mapan menjadi induk dan menerima kerajinan setengah jadi dari perajin. Sementara itu, menurut Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah yang mendamping Menperin, direktoratnya tengah memacu pengembangan produk kerajinan dengan pelatihan di sentra kerang seperti di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur yang memiliki jenis kerang yang khas.
Selanjutnya, Menperin juga menyambangi sentra industri rotan, House of Rattan di Tegalwangi. Cirebon merupakan salah satu pusat rotan bersama Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jepara, Kudus, Semarang, Sukoharjo dan Yogyakarta. Sampai 2014, jumlah perusahaan mencapai 550 buah dengan total kapasitas izin produksi 551 ribu ton. Volume ekspor tercatat 60 ribu ton dengan nilai USD 173 juta. Pelaku industri rotan meliputi petani, pemungut, dan pengolah yang menyerap tenaga kerja sebanyak 3 juta orang. Sementara pedagang, perajin, pengusaha dan retailer menyerap 2 juta orang, sehingga secara keseluruhan jumlah tenaga kerja yang terserap dari hulu sampai dengan hilir mencapai 5 juta orang.
"Langkah penguatan industri rotan nasional dengan mengembangkan industri pengolahan rotan di daerah sumber bahan baku, revitalisasi industri pengolahan rotan di sentra industri dan perluasan pasar baik domestik serta luar negeri," kata Menperin.
Sekian Penjelasan dari saya tentang tugas dan wewenang Kementrian Perindustrian. Trimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar